Friendship is Beautiful
Oleh : Aliffia Nurzahara
M Clara itulah namaku. Aku adalah anak yang periang, pintar, dan rendah hati. Sejak kecil, aku sangat berbakat dalam lomba cerdas cermat. Aku telah menjuarai berbagai kompetisi cerdas cermat. Pialaku pun sangat banyak, sehingga mama sampai pusing akan menaruh dimana piala-pialaku itu. Tapi, semenjak papa meninggal, aku menjadi anak yang pendiam, dingin, dan sulit berkomunikasi dengan siswa-siswi lain. Setelah itu, aku dan mama pun pindah ke Kota Edlawn City untuk membuang kenangan sedih itu dan menggantinya dengan kenangan bahagia.
Hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah. Aku memiliki paras yang cantik jelita. Banyak yang berkata bahwa aku sangat mirip dengan ibu, terkadang kami sering dipanggil kakak beradik. Ada kabar gembira hari ini, ya! aku diterima disekolah impian ku yang bernama sekolah Shunshine Academy. Aku adalah murid pindahan dari sekolah Starlight school, dari Kota Rowntown .“Semoga saja aku mendapat banyak teman disekolahku yang baru ini.” batinku
Saat aku sampai gerbang Sekolah, ada guru-guru yang selau menyambut kedatangan setiap siswa serta sudah banyak siswa-siswi yang datang ke sekolah. Lalu aku dipersilahkan untuk masuk. Lalu aku disambut ramah oleh kepala sekolahnya. Kepala sekolah menunjukkanku jalan menuju ke ruang kelas dan fasilitas-fasilitas sekolah.aku semakin yakin bahwa disini aku bisa mendapatkan banyak teman yang baik. Setelah itu, aku pun pergi ke ruang kelas. Tapi, kepercayaanku mendapatkan teman baik di sekolahku tiba-tiba hancur seketika. Sejak dua orang anak perempuan menghampiiku di ruang kelas. Mereka mengejekku, membullyku, sehingga aku menjadi ketakutan. Aku tidak tahu mereka mengapa seperti ini kepadaku. Sayangnya, aku belum mempunyai teman yang dapat aku mintakan bantuan. “Semoga saja segera ada yang datang menghampiriku ke ruang kelas.” Batinku
Tiba-tiba seorang anak perempuan datang ke kelas dan menghampiriku dan membelaku. Isabbella jangan kau kasar kepada murid lain atau aku akan bicarakan ini dengan kepala sekolah. Huh.. dua orang anak perempuan itu pun pergi meniggalkanku. “ Kamu tidak apa-apa?”. Tanya anak perempuan yang membelaku. “ Tadi aku merasa sangat ketakutan, untungnya kamu datang ke kelas. Dia pun membalas perkataanku tadi dengan senyuman.” Namaku Ryanti Anderson. Kamu bisa memanggilku Ryanti. Namamu siapa?”. “ Namaku Clara.”. “ Apa aku boleh duduk di kursi sampingmu?”. “ Tentu saja boleh”. Kami pun saling berbincang-bicang. Aku senang dapat kenal dengan Rynti orangnya baik, ramah, dan penuh pengertian.
Ting-tong suara bel sekolah telah berbunyi, menandakan pelajaran akan dimulai. Sekarang adalah pelajaran sejarah yang diajarkan oleh Mr. Harry, kurang lebih dua jam kami belajar pelajaran sejarah. ‘ Kriing...’ suara bel istirahat telah berbunyi, seluruh siswi pun keluar menuju ke kantin. “Clara kita ke kantin yuk!” ajak Ryanti. “ Ayo. ” jawabku.
Aku dan Ryanti membeli segelas minuman hangat dan sedikit cemilan. Saat mennggu pesanan datang, kami berbincang-bincang dahulu. “ Ryanti apa kamu mau jadi temanku?”. tanyaku tiba-tiba. Ryanti membalasnya dengan senyuman dan berkata “ Ya! Aku mau jadi temanmu. Aku tak menyangka Ryanti mau beteman denganku, apa mungkin dia terpaksa melaukannya. Aku pun bertanya-tanya. Kemudian tak lama setelah berbincang-bincang pesanan yang kami tunggu akhirnya datang juga. Saat sedang lahap menyantap makanan, tiba-tiba ada suara yang membuatku merasa tidak nyaman. “ Eh, lihat deh Ryanti kok mau sih berteman dengan Clara yang jelas-jelas tidak se-ras dengan kita”. “ Iya ya, aneh sekali sih dia”. ucap siswa-siswi membicarakanku dan Ryanti. “ Hei kalian tidak boleh seperti itu! Clara itu adalah teman terbaikku.” ucap Ryanti membelaku. Didalam hatiku masih tidak terpikir apa alasan Ryanti mau berteman denganku. “ Clara ayo kita ke kelas saja!” ajak Ryanti tergesa-gesa. Kami pun segera pergi ke ruang kelas karena sebentar lagi pelajaran fisika akan dimulai.
Sesampainya dikelas aku pun bertanya kepada Ryanti mengapa dia mau berteman denganku. Lalu dia menjawab “ Teman bukan sekedar orang yang kita kenal tapi teman adalah orang yang berharga bagi kita, sama seperti keluarga. Aku tidak menilaimu dari segi ras, agama, bangsa dll. Yang terpenting bagiku dalam pertemanan adalah kejujuran dan kesetiaan. Dan perbedaan bukanlah salah satu hal yang sulit untuk kita menjalin pertemanan, justru karena perbedaan negeri kita menjadi negeri yang kaya akan budaya.” ucap Ryanti. Kata-kata Ryanti sangat menyentuh hatiku, rasanya aku ingin menangis, dan aku sadar bahwa Ryanti pun amat berharga bagiku, dia adalah teman yang tulus, dan setia.
Kriing... bel pelajaran pun bebunyi. Sekarang tibanya untuk pelajaran fisika, kurang lebih satu jam setengah kami belajar fisika. Setelah itu para siswa-siswi pun diperbolehkan pulang. Saat menunggu dijemput, aku dan Ryanti berbincang-bincang dahulu. “ Clara kamu dijemput siapa?”. “ Aku dijemput oleh mama “. “ Oh pasti papamu sedang sibuk ya?. Tanya Ryanti. Aku pun tertunduk dan menghela napas berat lalu menjawab “ Papa sudah meninggal lima tahun lalu.” Ucapku dengan nada sedih. “ Maafkan aku Clara, aku tidak bermaksud membuatmu sedih.”ucap Ryanti merasa bersalah. “ Tidak apa-apa”. Jawabku sembari menoleh ke arah Ryanti sembari tersenyum.“ Oh ya! Clara dimana alamat rumahmu?”. Tanya Ryanti. “ Alamat rumahku di perumahan Flowers Rown Town, Jl. Jasmine no. 236 a.”. “ Wah! dekat dengan rumah nenekku.” Sambung Ryanti. “ Oh ya? Hmm.. ngomong-ngomong rumahmu ada di mana Ryanti?”tanyaku. “ Rumahku ada di Perumahan Blues Emerald, Jl. White Swan no. 623 b.”. jawab Ryanti. Tak lama kemudian Ryanti dijemput oleh orang tuanya, dia berhenti sejenak lalu membalikkan badannya dan melambaikan tangannya sembari berkata “ Clara aku pulang dahulu ya!”, lalu ia naik ke mobilnya. Tak lama kemudian aku pun dijemput oleh mama.
Di dalam mobil aku bercerita kepada mama bahwa disekolah aku mempunyai teman yang baik bernama Ryanti Anderson. Dia adalah teman yang setia kawan, jujur, peduli, dan baik sekali padaku. Dia telah merubahku menjadi anak yang lebih baik, seperti tidak berbohong, tidak saling mengejek, tidak pendendam dan mudah marah, serta menjadi anak yang berbakti kepada orang tua
Persahabatan adalah hal terindah yang pernah Allah berikan kepadaku. Persahabatan mengajarkan kami agar harus saling tolong-menolong, peduli, solidritas, tidak bersikap egois dan saling memahami kelebihan serta kekurangan masing-masing. Persahabatan kami takkan terpisah walau aral melintang. Kami adalah teman yang sejati, kami selalu bersama
Ryanti adalah teman yang selalu ada disaat temannya dalam keadaan suka maupun duka, yang selalu membela temannya yang benar, dan memiliki rasa toleransi yang luar biasa . Aku sangat berterima kasih kepada Allah karena telah memberikanku teman yang sangat berarti, dan berharga dalam hidupku. Dia bagaikan mentari yang selalu menyinari hari-hariku. Pertemanan kami bagaikan api dan asap.

0 Response to "Friendship is Beautiful"
Posting Komentar
Beri Komentar Yang Membangun