Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
PGP-1-Kabupaten Bekasi-Ade Rukmana-Rancangan Aksi Paket Modul 3
PGP-1-Kabupaten Bekasi-Ade Rukmana-Aksi Nyata Paket Modul 3
A. LATAR
BELAKANG
Assalamalaikum
Wr Wb
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT., shalawat dan salam
semoga selalu terlimpah curahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Saya Ade Rukmana Calon Guru Penggerak dari Kabupaten Bekasi. Pada
kali ini saya akan berbagi praktik baik yaitu Program Berdampak pada Murid yang
sudah dilaksanakan di sekolah saya. Adapun program yang saya gagas yaitu
berasal dari akronim kata PELITA dengan kepanjangan Pembiasaan Literasi
Membaca. Saya memilih akronim PELITA karena dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
makna PELITA adalah lampu. Lampu berguna untuk menerangi di tempat gelap.
Begitu juga dengan program PELITA diharapkan dapat menjadi penerang generasi penerus
dalam mencapai kesuksesan.
Program ini saya gagas dengan berbasis aset karena saya melihat
banyak aset yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung program ini. Adapun aset
sekolah yang dijadikan bahan rujukan program antara lain;
1. Tersedianya perpustakaan sekolah dan buku bacaan
2. Setiap kelas memiliki pojok baca
3.
Sarana
dan prasarana penunjang literasi membaca yang memadai seperti TV Led, DVD,
komputer, bahan bacaan digital dan lain-lain
4.
Sumber
daya manusia yang mumpuni seperti pustakawan, guru, murid, dan warga sekolah
lainnya
5.
Kerjasama
yang baik antara sekolah dan orang tua
6. Murid terfasilitasi gawai seperti HP dan komputer
Selain aset
yang dimiliki sekolah, program PELITA merupakan salah satu program dalam
mewujudkan visi dan misi sekolah. Visi sekolah yaitu “Menjadi sekolah terpadu
unggulan” dengan salah satu misinya “Memberikan
layanan pendidikan bermutu untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan semua
peserta didik dalam hal mengimplementasikan ajaran agama Islam dan meningkatkan
kemampuan akademik (pengetahuan dan keterampilan) serta non-akademiknya (akhlak
mulia, karakter).”
Fokus program yang dijalankan adalah menumbuhkan minat dan kebiasaan murid dengan menghadirkan berbagai aktivitas yang mampu mendorong kebiasaan murid dalam membaca. Tujuan akhir program PELITA yaitu kebiasaan membaca menjadi karakter murid SDIT Nurul Fajri. Mengapa harus membaca? Allah SWT menurunkan ayat Al-Quran yang pertama dengan kalimat Iqro yang artinya bacalah. Secara tersirat Allah SWT seolah berbicara kepada kita,’’Bacalah! Bacalah kata, bacalah dunia, dan bacalah ayat-ayat Ku. Membaca adalah salah satu kunci menuju kesuksesan, dengan membaca kita mengetahui dan memahami ilmu, dengan membaca kita mampu mengetahui peristiwa yang bahkan terjadi sebelum kita dilahirkan. Oleh karena itu, literasi membaca perlu ditumbuhkan dan dibiasakan agar menjadi karakter murid.
B. DESKRIPSI AKSI NYATA
Sebelum program PELITA digulirkan, saya melakukan koordinasi dengan
kepala sekolah meminta izin dan arahan dari beliau. Alhamdulillah respon dari
beliau sangat baik, beliau mendukung dan siap membantu menyukseskan program PELITA.
Berikutnya menyosialisasikan program PELITA kepada warga sekolah, murid dan
orang tua serta meminta kerjasama semua stakeholder agar bersama-sama
menyukseskan pelaksanaan program PELITA.
Konsep program PELITA mengakomodasi agar dapat dilaksanakan secara offline
dan online. Secara offline yaitu ketika murid sudah melaksanakan
pembelajaran secara tatap muka di sekolah, sedangkan secara online yaitu
ketika pembelajaran masih dilaksanakan secara BDR (Belajar dari Rumah).
Secara offline kegiatan membaca yaitu dengan membiasakan
murid dan guru untuk membaca selama lima belas menit sebelum pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar baik di dalam kelas maupun di tempat lain yang
direkomendasikan bisa dilaksanakannya proses membaca. Selain kelas, tempat yang
direkomendasikan untuk proses literasi membaca seperti perpustakaan, labsains,
dan halaman sekolah. Proses literasi membaca di perpustakaan dibuat secara
terjadwal dan tidak terjadwal. Kegiatan terjadwal dilaksanakan setiap hari
Selasa dari jam 7.15 – 7.45 dan setiap hari pada pelaksanaan pembiasaan ibadah
kedua dari jam 11.45 – 12.45. Sedangkan kegiatan tidak terjadwal dilaksanakan
setiap hari pada pelaksanaan pembiasaan ibadah pertama yaitu dari jam 9.30 –
10.00.
Secara online kegiatan membaca dijadwalkan 15 menit sebelum
pembelajaran online dimulai yaitu ketika kegiatan majelis pagi. Buku
yang dibaca boleh buku pelajaran atau buku lain yang diminati murid. Kegiatan
membaca juga diintegrasikan dalam kegiatan lain seperti classmeeting dan
perlombaan. Tujuannya agar kegiatan membaca lebih menarik dan digemari murid
yang pada akhirnya dapat menjadi karakter murid SDIT Nurul Fajri. Pada
pelaksanaan kegiatan membaca secara online peran wali kelas dan orang
tua sangat penting. Wali kelas dan orang tua harus bekerja sama dan sinergi
dalam pelaksanaan program. Untuk menjembatani antara wali kelas dan orang tua
maka dibuatkan link laporan kegiatan membaca murid yang harus diisi dan
dilaporkan orang tua/murid kepada wali kelas. Hasil laporan ini dijadikan
sebagai umpan balik wali kelas kepada orang tua/murid.
C. HASIL AKSI NYATA
Program PELITA dilaksanakan oleh seluruh murid SDIT Nurul Fajri dari kelas 1 – 6. Dampak dari
pelaksanaan program PELITA antara lain;
1.
Meningkatkan
kerjasama antara wali kelas dan orang tua murid.
Tentunya program PELITA tidak akan berjalan tanpa adanya kerjasama dan sinergi antara wali kelas dan orang tua. Apalagi proses pembelajaran yang dilakukan dari rumah karena kondisi pandemi yang tidak memungkinkan murid melakukan pembelajaran tatap muka. Walaupun dilakukan dari rumah tetapi program ini dapat berjalan dengan baik. Murid sangat antusias melaksanakan program ini dengan dukungan yang diberikan oleh orang tua.
2.
Menumbuhkan
minat baca pada murid.
Program PELITA dilaksanakan secara rutin dan terjadwal. Kegiatan ini memberikan pembiasaan
kepada murid untuk membaca. Dengan sering membaca lama-kelamaan minat membaca
murid akan tumbuh bahkan menjadi sebuah kebiasaan yang pada akhirnya menjadi
karakter murid. Pada pelaksanaan program PELITA sebagian murid sudah tumbuh
minat membaca dengan dibuktikan dokumentasi yang dikirimkan kepada wali kelas
secara laporan melaksanakan program.
3.
Menambah
wawasan dan pengetahuan murid.
Wawasan dan
pengetahuan akan bertambah tentunya dengan gemar membaca. Capaian dapat
terlihat manakala murid yang gemar membaca atau melakukan program PELITA dengan
baik prestasi di kelas meningkat.
4.
Menumbuhkan
sikap disiplin dan tanggung jawab murid.
Murid yang melaksanakan
program PELITA secara tidak disadari akan terlatih dan memilki sikap disiplin
dan tanggung jawab.
Berikut dokumentasi hasil aksi nyata Program PELITA
D. PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT DARI PELAKSANAAN PROGRAM
Perasaan senang dan bangga tatkala murid SDIT Nurul Fajri dapat melaksanakan Program PELITA dengan gembira. Membaca menjadi rutinitas mereka setiap hari. Wawasan dan ilmu pengetahuannya bertambah sehingga prestasi belajar pun semakin meningkat. Tidak ketinggalan wali kelas dan orang tua bersinergi memberikan bimbingan dan umpan balik terhadap program yang dilaksanakan. Dengan kerjasama yang baik dari seluruh elemen sekolah dan orang tua sudah barang tentu program PELITA menjadi pelopor lahirnya generasi cerdas penerus bangsa. Kita optimis negara akan maju jika masyarakatnya memiliki budaya literasi membaca. Oleh karena itu, marilah budaya membaca kita tanamkan dan tumbuhkan pada murid sejak dini.
E. RENCANA PERBAIKAN UNTUK PELAKSANAAN DI MASA
MENDATANG
Sebagus apa pun program yang telah kita laksanakan
tentunya harus ada refleksi dari seluruh stakeholder agar program yang kita
laksanakan semakin baik. Adapun refleksi dari program PELITA yaitu;
1.
Kepala
sekolah diberikan jadwal rutin untuk melakukan monitoring pelaksanaan program.
2.
Mengoptimalkan
peran seluruh stakeholder pelaksana program.
3.
Dijadwalkan
rutin proses evaluasi dan refleksi pelaksanaan program.
4.
Aktivitas
literasi membaca dibuat beragam dan menarik
5.
Adanya
pemberian penghargaan dan pemilihan duta literasi membaca





0 Response to "Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid"
Posting Komentar
Beri Komentar Yang Membangun