Berperang Melawan Sampah
Oleh : Felicia Romansa Dewi Nugroho
Suara azan yang berkumandang. Menarikku tuk melaksanakan shalat subuh. Guyuran air wudhu yang membuatku segar kembali. Lembutnya mukena, membuatku sangat khusyuk. Tak lupa tuk berdo’a dan berzikir untuk akhiri sholat. Kulanjutkan dengan 2 lembar Al-Qur’an. Matahari mulai menyinari seluruh permukaan Desa. Kesiapanku terhadap sekolah sudahlah sangat lengkap. Kini, saatnya langkahku tuk memulai sekolah. Dan perkenalkan, namaku Renna dan aku duduk di kelas 7 SMP.
Tak terasa aku telah sampai ke sekolah. Sekolahku memang dekat dengan rumahku. Berjalan selalu kulakukan tuk berangkat sekolah. Belpun berbunyi, mulailah pelajaran pertama, yaitu IPA. “Baik anak-anak, sekarang kita akan mempelajari mengenai lingkungan sekitar kita. Lingkungan itu tentu harus dijaga dengan baik, misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya. Untuk membuang sebuah sampah, kita harus mengetahui jenis sampah tersebut. Pengelompokan sampah dibagi menjadi tiga, yaitu organik untuk sampah basah, anorganik untuk sampah kering, dan B3 untuk sampah berbahaya. Mengerti ?”jelas Bu Linda. “Mengerti Bu...’ucap semua murid.
Istirahatpun terletak pada waktunya. Semua murid turut membeli makanan di kantin. Namun, aku sudah biasa dibawakan bekal supaya lebih hemat dan ramah lingkungan. Seperti biasa, aku selalu makan dengan temanku Nala. Istirahat yang berakhir dan pelajaran IPA yang akan melanjutkannya. ”Anak-anak, seperti yang sudah Ibu jelaskan tadi...ada 3 jenis sampah. Contoh dari sampah organik yaitu daun-daun kering dan sisa makanan. Sampah plastik untuk sampah anorganik, serta kaca dan kaleng untuk sampah B3. Ibu akan memberikan kalian tugas, yaitu mengumpulkan sampah tergeletak sesuai dengan jenisnya...kalian bisa mengumpulkannya dengan karung kecil, dikumpulkan minggu depan ya...”ucap Bu Linda. “Baik bu...”ucap para murid.
Langkah kaki yang beraturan menuju rumah. Terik matahari yang menyebar ke seluruh pemandangan Desa. Sesampainya di rumah, aku bergegas tuk shalat zuhur dan beristirahat. Tak lupa untuk mengganti buku pelajaran yang akan dipelajari esok. Akupun segera tuk mencari karung kecil di gudang belakang. Setelah menemukannya, coretan tulisan pada karung akan memperindah. Pertama-tama, aku mengumpulkan sampah organik. Azan ashar telah berkumandang dan mengundangku tuk segera sholat. Kulanjutkan mengumpulkan sampah organik di halaman rumah. Tak terasa azan maghrib telah tiba, serta kuselesaikan kegiatan yang kulakukan dan bergegas sholat.
Waktu sholat isya telah menjeputku. Air wudhu yang membasahi membuat kekhusyukan. Sekarang saatnya menikmati istirahat di pulau kapuk. Tak lupa sebelum itu, untuk menyikat gigi secara bersih. Wudhu juga kulakukan sebelum tidur. Lantunan do’a yang dibaca sebelum tidur. Suara hujan di luar membuatku lebih tenang. Selimut tebal dan lembut membuat nyenyak tidurku. Tak lupa tuk mematikan lampu kamar. Akhirnya rasa kantuk telah datang, dan kumulai mimpi indahku.
Hari telah pagi. Dan aku lakukan kegiatan seperti biasa. Walaupun hari ini adalah hari Ahad. Aku membantu Mamak memasak di dapur. Menu sarapan kali ini adalah cap cay kuah dan tempe goreng. Tak perlu dipanggil, Bapak dan Kakak bergegas ke dapur. “Jadi ini Renna yang masak, ya...”ujar Kakakku Jifro. “Iya Kak...ayo ambil nasinya, jangan lupa sendok juga...”ucapku. Akhirnya semuapun sarapan bersama. Tak lupa juga tuk berdo’a.
Hari berganti siang. Aku melanjutkan tugasku. Kini giliran si sampah anorganik. Namun, aku mengumpulkan sampah anorganik di taman. Ternyata banyak sekali sampah berceceran disana. Kebetulan ada Angga juga disana. “Angga, kamu lagi apa disini...?”tanyaku. “Makan jajanan, lalu di buang deh sampahnya...”jawab Angga. “Jangan buang sampah sembarangan Angga...Nanti lingkungan kita jadi kotor...”ucapku. “Yaudah aku bersihin sampahnya...”ucap Angga.
Karena hari sudah sore, akupun pulang ke rumah. Tugasku yang belum hanya mengumpulkan sampah B3. Makan malam sudah siap menanti. Sekarang yang memasak adalah Kak Jifro. Menu hari ini adalah sayur kangkung dan ikan goreng. Walupun Kakak yang memasak, makanan yang dihidangkan tetap lezat. Setelah semua makan malam, waktunya sholat isya. Dan kini tugasku telah datang, yaitu mencuci piring. Tugas sudah selesai dan kini saatnya membaca novel kesukaanku di ruang tengah. Biasanya aku ditemani Mamakku sampai waktu tidur.
Sejuknya angin malam membuatku terkantuk-kantuk. Namun entah kenapa aku masih semangat tuk membaca. Akhirnya aku memutuskan begadang dengan Kakak. Kami hanya bermain teka-teki bersama dan membaca. Rasa kantuk yang menguasai membuatku tertidur saat membaca. Akupun dibangunkan dan pindah ke kamar. Aku memang sekamar dengan Kakak. Tetapi selera kami sangat jauh berbeda. Hingga cat kamar kami berbeda separuh. Dan akupun terlelap hingga esok.
Dinginnya suhu Desa di waktu fajar. Aku sangat senang hari ini karena ada pelajaran IPA. Kusiapkan diriku dan tas ranselku tuk mulai berangkat. Di jalan, aku bertemu dengan Wulan. “Halo Wulan... hari ini kamu sudah bawa tugas IPA?”sapaku. “Alhamdulillah sudah kok..”ujar Wulan. Kami berjalan bersama menuju ke sekolah. Cuaca hari ini memang cukup gelap,dan aku sudah mempawa payung untuk berjaga-jaga. Hujan turun begitu cepat,dan kubuka payungku untuk memakainya bersama Wulan. Walaupun ada sebagian seragam yang basah,kami tetap melangkah tuk berangkat ke sekolah.
Kami datang cukup telat. Namun, Bu Nifa memaafkan kami. Pelajaran IPA dimulai. Karena hujan sudah reda, pelajaran IPA dilakukan di aula. Semua berkumpul dan satu persatu tugas dikumpulkan. Terdapat beberapa murid yang dipersilahkan untuk mempresentakan tugasnya. “Ibu akan menyimpulkan maksud dari tugas yang Ibu berikan. Jadi sekarang sampah telah menjadi masalah yang serius,banyak hewan yang mati karena memakan sampah tersebut. Sebaiknya kalian juga menjaga kebersehan lingkungan,dan jika perlu berilah contoh yang baik kepada adik kalian.”ucap Bu Linda.
Pelajaran IPA berjalan dengan baik. Kami melanjutkan pelajaran dengan pelajaran Matematika. Walaupun cukup rumit, aku tetap berusaha. Akhirnya waktunya pulang sekolah. Tiba-tiba ada sebuah pengumuman sebelum semua murid pulang. “Para murid diharapkan untuk menyumbang donasi untuk korban banjir...!”ucap sumber suara. Semua murid berkumpul dan mengeluarkan donasi masing-masing. Kata Bu Nifa, korban banjir berada di Kota sebelah. Sungai disana sangat penuh dengan sampah. Tidak hanya donasi,ada juga yang membawa barang-barang kebutuhan dari rumah.
Donasi telah terkumpul. Donasi
langsung dibawa ke Kota sebelah. Akupun pulang ke rumah. Sesampainya di
rumah, aku menceritakan apa yang terjadi di sekolah ke Mamak. Mamak senang
karena apa yang telah kulakukan. Orang-orang di dunia ini memang harus tahu
akibat dari perbuatan buruknya. Misalkan saja saat mereka buang sampah
sembarangan, mereka harus bertanggung jawab. Aku memang sangat suka kerapihan
dan kedamaian sejak kecil. Aku bisa sangat marah jika ada ruangan yang tidak
rapi. Aku terkenal di Desa karena itu.
Profesiku disini sudah hampir selesai. Jangan lupakan informasi penting tadi. Seperti jenis-jenis sampah menjaga lingkungan, dan tidak membuang sampah ke sungai. Aku menikmati senja dengan secangkir teh panas. Tak lupa disertakan dengan novel kesukaanku. Aku sudah membantu Mamak di dapur untuk memasak makan malam. Aku juga sudah ditemani Kakak belajar. Waktu telah berjalan cepat. Tak terasa kini saatnya aku tidur kembali. Tidurku sangatlah nyenyak karena rasa kantukku yang berlebihan dan juga dinginnya suasana di Desa tercinta.

0 Response to "Berperang Melawan Sampah"
Posting Komentar
Beri Komentar Yang Membangun